TERINSPIRASI MUSIK REAGE


A. Terinspirasi Penyanyi Legendaris Bob Marley
Marley Sasak Football Club didirikan pada tahun 2005, pendirinya adalah Heru SZ. Team kesebelasan sepakbola ini berdomisili di Wilayah Kampung Sasak, Limo, Kota Depok. Kemunculan dari team sepakbola ini berawal dari kecintaan pada musik reage yang lahir dari karya-karya Bob Marley. Mereka mencoba menggabungkan sepakbola dan musik. Memang tidak dipungkiri “tim sepakbola” ini terinspirasi dari penyanyi legendaris tersebut.
Perjalanan Marley Sasak FC dalam berbagai musim kompetisi di Wilayah Depok dan sekitarnya sangat disegani rival-rival tandingnya. Berdasarkan hasil pengamatan pemerhati sepak bola di wilayah Limo, Sawangan, dan sekitarnya, team ini masuk dalam deretan team papan atas.

Wartawan depokPress, Prasasti Prasanti sedang melakukan studi penelitian ke Suku Baduy, Banten (2013)
Prasasti Prasanti sedang melakukan  penelitian ke Suku Baduy, Banten (2013)

Kesebelasan ini disebut-sebut sebagai tim yang memiliki spesialis “Team Benua Afrika”. Tidak jarang mereka acapkali berkolaborasi dengan tim dari Bintaro (Goa Patin FC). Goa Patin adalah, sebuah tim yang mempunyai daya magnit jika tim ini berlaga di setiap kompetisi. Pada 2007, tim ini mendeklarasikan dengan “Marley Sasak-Goa Patin FC”. Hasil di lapangan, tim ini pernah “berkibar” di Lapangan Pemuda Limo hingga memasuki pada putaran ke-3. Memasuki putaran ke-3 pada masa-masa itu, perjalanannya seperti menaiki bukit yang terjal dan berbatu-batu.
B. Arsitek Marley Sasak FC
Beberapa pemain yang memiliki kualitas terbaik dan menjadi arsitek Marley Sasak FC adalah, Maroby (mantan pemain Persikabo, Bogor). Kepiawaian Maroby menjadi penentu keunggulan Marley Sasak FC di setiapTurnamen Sepakbola di wilayah Depok dan sekitarnya. Selain Maroby, masih banyak yang tergabung dalam “gerbong” Marley Sasak FC, di antaranya pemain-pemain: Brazil, Chile, Mali, Kamerun, dan Negeria.

Berbagai penampilannya Marley Sasak FC lebih mengedepankan hiburan, bukan juara sejati. Karena itu, apabila mendapat lawan yang tangguh menjadikan obsesi tersendiri bagi kesebelasan ini. Obsesi inilah yang menjadi alasan Marley Sasak FC selektif dalam menerima undangan panitia turnamen. Jadi tidak semata-mata berpartisipasi mengikuti kompetisi saja. “…..lebih baik bertempur dan kalah, daripada tidak pernah bertempur sama sekali……” (Arthur Hugh Clough).*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s