BELAJAR BERDEMOKRASI, WARGA KAMPUNG SASAK AKAN PILIH CALON RW 06


Laporan Reporter: Kodet    

DepokPress.Com (25/3). Samuel Huntington mengatakan bahwa demokrasi ada  bila para pembuat keputusan terkuat dalam suatu sistem dipilih lewat pemilu yang jujur, adil, dan berkala serta adanya kebebasan bersaing bagi setiap calon dalam memperoleh suara.  Sejalan dengan pendapat Samuel Huntington,  Abraham Lincoln mengartikan demokrasi itu ialah pemerintah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

10425381_332235270297850_4326021490718291139_n
Salah satu kegiatan Karang Taruna RW 06 (Katar) dalam peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember di Kampung Sasak, Limo.

Apabila mengamati proses demokrasi yang sedang berkembang di masyarakat akhir-akhir ini sangat menarik, terutama pada pemerintahan paling kecil, yaitu tingkat RT/RW.  Pemerintahan masyarakat pada tingkat paling bawah ini, masyarakatnya mulai antusias mengikuti proses pemilihan Ketua RT/RW.

1399461_678950755450604_1473152096_o
Hasbi Alloh, satu-satunya pemuda Kampung Sasak RW 06, yang mampu mencapai puncak Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (Foto: Hasbi Alloh)

Melihat proses pemilihan pimpinan era Orde Baru, semula banyak dilakukan dengan cara “dropping”, kini mulai bergeser mengedepankan sistem model demokrasi.  Tidak terkecuali pada tingkat pemerintahan paling bawah yakni RT/RW.  Meskipun, pada era dahulu seseorang akan menjadi Ketua RT/RW banyak yang enggan dan menolak. Tetapi, kenyataan seiring terjadinya perubahan kebijakan pemerintah dan reformasi yang terus berjalan, maka pada tingkat pemerintah  yang paling bawah ini mengikuti langkah proses pemilihan model Caleg (Calon Legeslatif).  Dampak ini menjadi   perubahan yang positif terhadap terhadap masyarakat. Mereka mulai belajar berdemokrasi dan penyelenggaraan pemilihan tingkat RT/RW adalah bagian dari partisipasi dalam pembangunan di lingkungannya.

Proses penyelenggaraan pemilihan RT/RW tidak dapat dipungkiri, meskipun  bersifat  level “bawah”, pada kenyataannya penyelenggara kadang menghabiskan biaya tidak sedikit.  Sumber dana penyelenggaraan tersebut sudah tentu dihasilkan dari swadaya dari warga sekitarnya, dari

DSC00619.JPG
Seorang  petugas sedang menyiapkan surat suara yang akan dihitung dalam pemilihan Ketua RW 06.

pendaftaraan para kandidat (calon), bahkan sumbangan dari para pendukung calon.   Berbagai upaya dari swadaya dari warganya ini, syah-syah saja karema memang tidak diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.  Hal ini karena sifatnya sukarela.  Tetapi, perlu menjadi catatan, ternyata untuk menjadi Ketua RT atau RW saja, perlu “mahar” yang cukup besar.  Apalagi level calon legeslatif.  Tetapi itu semua adalah, bagian kepedulian terhadap lingkungan, dan semata-mata untuk melakukan pembalajaran proses berdemokrasi di tingkat paling bawah, yaitu RT/RW.  Pembelajaran ini tentu menjadikan warga menjadi semakin pandai-pandai “memilih pemimpinnya”.

Penjaringan Balon Ketua RW

Menarik untuk dilihat, pada  Minggu (27/3) di Wilayah RW 06 Kampung Sasak, Kec. Limo, Kota Depok, akan dilaksanakan proses pemilihan Ketua RW 06 yang masa bhaktinya sudah mulai berakhir.  Kabarnya, proses pemilihannya akan dilakukan “mirip” dengan model pemilihan Presiden/Wakil Presiden. Menyiapkan blanko pencoblosan dan dilengkapi gambar para calon Ketua RW 06.   Panitia selain melakukan penjaringan terhadap balon (bakal calon) yang akan menduduki jabatan Ketua RW 06, mereka juga mengadopsi (meniru)  formulir yang biasa digunakan model pemilihan caleg.

dscn9877
Warga Lingkungan RW 06 Sasak, Limo, antusias menyaksikan penyelenggaraan Open Turnamen Sepak Bola Limo Cup. 

Salah seorang  warga di RW 06 yang tidak bersedia disebutkan namanya, ketika diminta pendapatnya, mengatakan, “Calon-calonnya sekarang banyak dan mudah-mudahan warga dapat memilih seorang pemimpin yang benar-benar dapat membangun lingkungan dan membantu keluhan warga kalau punya masalah, “katanya di sela-sela penerimaan lembar panggilan untuk pencoblosan.

Meskipun minim sosialisasi dan tidak ada “debat” antara calon untuk perencanaan program-program unggulan  apabila terpilih nanti, tetapi beberapa gambar para kandidat  Ketua RW sudah terpampang di dinding-dinding dan tembok di sekitar lingkungan RW 06. Beberapa calon yang akan berkompetisi yakni; Naalih “Bule” (Mantan Ketua RW 06), Idup Satiri (Mantan Ketua RT 02), Marulloh “Japut” (Mantan Ketua RT 02), dan Mualih, SH.

Menurut salah seorang warga Hendro, mengatakan, “Calon-calon ini, cukup mumpuni dan punya pengalaman sebab mereka sebelumnya pernah menjabat sehingga warga tidak asing lagi dalam memilih mereka. Calon ada yang pernah jadi RW, ada yang pernah jadi RT.  Apalagi kalau sudah jadi mereka dibutuhkan warga dan lingkungannya dalam pembangunan,” ujarnya pada kesempatan itu.

10600672_738140782887763_2643507317407088919_n (1)
Waktu senggang, remaja-remaja Kampung Sasak RW 06 melakukan kegiatan yang membuat orang lain tertawa. Lihat mereka, mereka  selfi dengan “bak sampah”.

Ia menambahkan, saya rasa para calon-calon ini harus mempunyai visi ke depan, bagaimana melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.

Beberapa warga yang lain  memberikan respon positif pada perhelatan “akbar” pada Minggu (27/3) besok, karena mereka akan bersaing secara sehat dalam membangun lingkunganya, yakni RW 06.

Berbagai sumber yang dihimpun, kabarnya proses pemilihan Warga RW 06 akan ditinjau dari Pemerintah Kota Depok, Kantor Kecamatan, dan Kantor Lurah Wilayah Limo, serta peneliti mahasiswa S2 Jurusan Pengembangan Masyarakat di salah satu perguruan tinggi di wilayah Kotak Depok.(Kodet)*

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s