NAALIH “BULE”, TERPILIH SECARA DEMOKRATIS DI RW O6 KAMPUNG SASAK


Laporan Reporter: Prasasti Prasanti

DepokPress.Com.  Perhelatan akbar  “pertarungan” pemilihan Ketua RW 06 Kampung Sasak, Limo, Kota Depok, pada Minggu (27/3) telah berjalan sukses.  Pemilihan berjalan demokratis, jurdil (jujur, adil) dan transparan, karena proses pemilihan dilakukan di depan seluruh warga RW 06 yang mengikuti proses pencoblosan dan memilih para “jago”nya yang diusung pendukungnya.

Penyelenggaraan model pemilihan langsung seperti pemilihan Presiden/Wakil Presiden ini, jarang terjadi dilakukan di Kampung Sasak RW 06.  Pasalnya, pemilihan Ketua RW 06 model seperti ini, berdasarkan catatan DepokPress.Com, diselenggarakan baru dua kali.  Pada penyeleggaraan pertama pada periode sebelumnya, Naalih “Bule” pernah mengalahkan rivalnya Udin “Orok”.  Pada pemilihan terdahulu, Naalih dan Udin Orok yang hanya 2 calon, sebenarnya lebih “greget” dan suasana

DSC00594
Para kandidat Ketua RW 06 dari kiri:  Mualih, SH., Idup Satiri, Naalih, dan Marulloh.

di Kampung Sasak lebih beda dari biasanya.  Calon yang hanya 2 orang akan menghasilkan suara pendukungnya tidak “pecah”.

Naalih Unggul

Naalih atau masyarakat sekitar dengan panggilan  “RW Bule” unggul suara dari lawan-lawannya yang “bertarung”.   Naalih “Bule” unggul 20 suara dari calon-calon yang lain.  Calon-calon yang lain adalah, Mualih., SH, Idup Satiri (Mantan Ketua RT 02), dan Marulloh (Mantan Ketua RT 02).

Bule, adalah sosok yang syarat dengan pengalaman di lingkungan RW 06 dan tingkat Kecamatan Limo.  Bahkan tidak mungkin,  apabila “membidik” yang lebih tinggi, misalnya caleg. Pastilah “Bulle”  mendatang  akan  mampu beradaptasi dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan yang lain.  Ia dikenal dekat dengan berbagai lapisan masyarakat, ormas, serta lembaga kemasyarakatan lainnya.

Sebelum pencoblosan, berbagai perbincangan para

ibu-ibu rumah tangga dan warga yang lain, berpendapat,  Bule menjadi kandidat yang “tangguh”, dan diramalkan akan menang periode 2016 s.d 2019. Kenyataannya, prediksi perbincangan di warung kopi tersebut menjadi benar. Ia  unggul dan terpilih secara demokratis atas pilihan warga untuk menjabat pimpinan untuk kedua kalinya.  Hal itu didasari, kemampuan dan pendekatan seorang “Bule” kepada semua warga dan pengalaman jabatan sebelumnya, menjadikan dirinya masih dipercaya untuk menduduki tampuk jabatan sebagai Ketua RW.

Marulloh “Japut”

Analisa sebelumnya, memang yang akan menjadi penyeimbang suara Naalih Bule adalah, Marulloh “Japut”.    Marulloh “Japut” adalah perlahan tapi pasti menjadi  “perhitungan” matang bagi kandidat yang lain.  Sudah tentu, mereka masing-masing harus mengatur “strategi” bagaimana cara mengalahkan rival-rivalnya.  Di masyarakat memang  mereka bersama-sama bergotong royong dalam pelayanan kepada warganya.  Tetapi, di are

na “pemilihan Ketua RW 06”, tidak dipungkiri, mereka akan “bertarung” habis-habis dan pasang strategi bagaimana kandidat lain tidak dalam perolehan suara. Sesuatu yang lazim dan biasa karena bagian dari proses demokrasi.

 Japut, anak muda yang 2 tahun belakangan ini namanya melijit yang menjadi perhitungan rivalnya pada pencoblosan Minggu (27/3). Usianya lebih muda dari 3 calon yang lain.  Ia   mantan Ketua RT 02 dikenal aktif di kegiataan kepemudaan lingkungan RW 06, yaitu Karang Taruna 06 (KATAR). Siapa sangka, suara Japut saling berkejar-kejaran dengan  Naalih Bule.  Ia harus legowo dan mengakui keunggulan “mantan bosnya” RW Bule (Naalih).  Ini hanya proses berdemokrasi.  Bahwa pekerjaan melayani masyarakat sangat berat dan penuh resiko, bahkan tidak sedikit tuntutan masyarakat lebih banyak.

Jika diamati pada awal pencalonan sampai pencoblosan, sangat disayangkan strategi yang dibangun oleh pendukung “Japut” kurang maksimal.

Pengusung “japut” cara mengemas strategi yang diterapkan kurang “lihai”.  Itulah pembelajaran berdemokrasi.   Di berbagai lapisan apabila sudah “terjun” ke gelanggang  “pencalonan”, maka ia tidak mungkin menghindari “strategi politik”, meskipun ini bukan area politik.

Melihat jangkauan ke depan,  banyak yang menyebut sosok Japut anak muda dan sang pembaharu masa depan, cekatan, sigap dalam tindakan, layak apabila dipromosikan menjadi Ketua LPPM Kelurahan Limo.  Begitu juga yang lain, Idup Satiri dan Mualih, keberanian dan kemampuan keduanya  layak mendapat ajungan jempol.  Mereka perlu didukung untuk menduduki jabatan-jabatan lain, selain sebagai Ketua RW.  Apabila jabatan yang lebih tinggi dimilikinya, kegiatan di lingkungan RW 06 akan mudah dan terakomodir.

No. Nama Calon  Perolehan Suara
1. Naalih “Bule” 332
2. Marulloh “Japut” 312
3. Mualih, SH 244
4. Idup Satiri 111
Jumlah Suara Sah 999
Daftar Warga Pemilih 1256

Sebelum mendaftarkan diri ke KPU (Komisi Pemilihan Umum),  kabarnya para

kandidat yang akan mencalonkan harus menyerahkan diri terlebih dahulu jabatannya kepada pihak panitia.   Memang mekanismenya telah diatur dalam peraturan panitia.  Bagi mereka sudah barang tentu, meletakkan jabatan bukan segalanya yang terpenting adalah tujuan melayani dan mengabdi kepada masyarakat paling utama. Selamat sukses Ketua RW 06.* (Prasasti Prasanti)

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s