TIM PEMUDA LIMO AIR FC, PUTARAN KE-2 AKAN TURUNKAN KEKUATAN PENUH


IMG_2967a1a_air FCLembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) Kelurahan Limo, Depok, kembali  selenggarakan kompetisi sepok bola tahunan (Open Turnament Sepakbola Pemuda Limo 2016) di  Lapangan Pemuda Limo, Kota Depok.

Penyelenggaraan ini  sudah menjadi agenda tahunan di Wilayah Limo, Kota Depok.   Kompetisi sepak bola ini diikuti 64 team yang berdomisili di  Jabodetabek. Kesebelasan yang akan mengikuti “musim kompetisi 2016” ini sebelumnya mendaftar terlebih dahulu di Sekretariat Kelurahan Limo, dengan membayar sejumlah biaya.

Menurut Tono, salah seorang manager Pemuda Limo Air FC mengatakan, kesebelasannya kali ini agak berbeda pada tahun-tahun sebelumnya.  Pada tahun sebelumnya, kesebelasan yang dikelolanya tidak absen dengan tarkam-tarkam yang berkualitas  dan memiliki nama besar dalam kancah sepak-bola di tanah air.  Berbeda dengan 2016 ini, Tono mencoba mengunakan pemain “pribumi” dari tanah kelahiran Limo (Pemuda Limo Air FC).   Tetapi,tidak menutup kemungkinan pada putaran ke-2 yang akan menghadapi Kadeng FC akan memperkuat dengan “segerbong” tarkam berkualitas.

“Menghadapi Kadeng FC, kami tidak gentar kami sudah  berpengalaman bagaimana menghadapi lawan-lawan seperti tim ini.  Lihat saja nanti, kami akan menghancurkan kekuatan yang menghadang laju Pemuda Limo Air FC,” katanya pada kesempatan itu.

Kesebelasan Pemuda Limo Air FC 2016 ini diperkuat beberapa pemain legendaris dari Pemuda Limo, sebut saja Husein, yang pernah “merumput” di beberapa klub tanah air, seperti Persikad, Persikabo, Pelita Bandung Raya.  Selain Husein, diperkuat pemain asing, yakni Jurico Carlos. Jurico Carlos, dikenal memiliki “tendangan gledek” mirip Roberto Carlos. Kebetulan saja, dia sama dengan Roberto Carlos berkebangsaan Brazil. Tapi, sudah menjadi kewarganegaran Indonesia. “Saya cinta dengan Indonesia, karena istri saya juga orang Indonesia, “katanya ketika dihubungi di sela-sela latihan.

Sementara itu, menurut Acong, selaku sponsorship kegaitan ini, biaya pendafatran ini dikompensasikan untuk kebutuhan, hadiah, perizinan, kepanitiaan, dan beberapa hadiah-hadiah lainnya. “Semata-mata, kami menyelenggarakan untuk kepentingan bersama dalam rangka menggairahkan olahraga sepak bola di Limo, ” kata Acong.

Ada ketentuan dalam keikutsertaan dalam kompetisi ini adalah, peserta team sepakbola diharuskan mengisi formulir yang telah disediakan, dan menyerahkan bendera kesebelasannya, serta melunasi pembayaran yang telah ditentukan panitia.  Pendaftaran akan ditutup apabila telah memenuhi kuato sejumlah 64 team.

Dalam kompetisi tersebut, team kesebelasan sepakbola akan memperebutkan, selain Trophy Tetap Pemuda Limo 2016, mereka akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 80 juta sebagai hadiah bersama.

Berdasarkan catatan depokpress.com, penyelenggaraan sepak bola Pemuda Limo 2016 ini dibanding sepuluh tahun silam, tanpaknya kurang daya pikat.  Pada tahun sebelumnya, putaran pertama  area lapangan sudah dipenuhi oleh masyarakat yang antusias untuk menyaksikan pertandingan. Tetapi berbeda pada tahun 2016 ini, suasana begitu “dingin” kurang daya magnit.  Permasalahan ini dapat dimungkinkan, beberapa waliyah lain menyelenggarakan kegiatan yang hampir bersamaan. *(Prasasti Prasanti).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s