Prasasti Batu Tulis, Kota Bogor

Prasasti Batu Tulis, Kota Bogor

Peninggalan Purbakala Prasasti Batutulis di Bogor, Tahun 1533. Dibuat oleh Surawisesa, Putra dari Prabu Siliwangi.

Advertisements

Prasasti Batutulis terletak di Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kompleks Prasasti Batutulis memiliki luas 17 x 15 meter, di atas tanah 155 meter persegi. Di dalamnya terdapat 15 buah batu terasit yang terdiri dari 6 buah batu di dalam bangunan cungkup, 2 buah di serambi dan 6 buah di halaman. Prasasti Batutulis berdasarkan penemuan terletak di situs ibu kota Pajajaran. Lokasi aslinya dan menjadi nama desa lokasi situs ini, yaitu Desa Batu Tulis, Sukasari, No 54 Bogor. Prasasti Batu Tulis dan benda-benda lain peninggalan Kerajaan Sunda terdapat dalam komplek ini. Pada batu ini berukir kalimat-kalimat dalam bahasa dan aksara Sunda Kuno. Prasasti ini menurut ahli sejarah menyebut tahun 1455 Saka (1533 Masehi).

Batu bertulis ini dibuat oleh Raja Surawisesa (1521 – 1535) satu diantara putra dari Prabu Siliwangi Raja Pajajaran. Tujuan prasasti ini adalah untuk mengenang kebesaran ayahandanya.

Prasasti Batu Tulis ini mengandung makna:
Wangna pun ini sakakala, prebu ratu purane pun, diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana di wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu hajj di pakwan pajajaran seri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diva anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) cu rahyang niskala-niskala wastu ka(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarang, ya siya ni nyiyan sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyanl sa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka, panca pandawa e(m) ban bumi 00.

Dalam Bahasa Indonesia, menurut para ahli, sbb: Semoga selamat, ini tanda peringatan (untuk) Prabu Ratu almarhum Dinobatkan dia dengan nama Prabu Guru Dewataprana, dinobatkan (Iagi) dia dengan nama Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Dialah yang membuat parit (pertahanan) Pakuan.

Dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucu Rahiyang Niskala Wastu Kencana yang dipusarakan ke Nusa Larang. Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan, membuat undakan untuk hutan Samida, membuat Sahiyang Telaga Rena Mahawijaya (dibuat) dalam Saka 1455. *(Prasasti Prasanti).

Posted on February 23, 2016. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Imanuel Gurik

ANAK NEGERI INSTITUTE

WN.com - Antara News

"beritanya dapat dipercaya". Redaksi/Iklan: Jln. H. Saleh 54 Sasak Limo, Kota Depok, Indonesia. Tlp./Fax (021) 7541037, HP 0818 0816 0816, http://depokpress.com, e-mail: depokPress@yahoo.com

TIME

Current & Breaking News | National & World Updates

Radical Faggot

Black Knowledge Queer Justice

The Trailhead

Life and death and sleeping on the ground

follow your nose

it always knows

Problem Machine

It's not a disaster.

Fit Is a Feminist Issue

Feminist reflections on fitness, sport, and health

the literate lens

photography, writing and the spaces between

The religious imagineer

Where the fire and the rose are one

Tales for Life

Some stories just have to be told: healing and wholeness in everyday life

Sketch Away: Travels with my sketchbook

Just another WordPress.com site

Paula Reed Nancarrow

Essays, Stories, Ephemera

Paul Bernal's Blog

Privacy, Human Rights, Law, The Internet, Politics and more

Painting On Scars

"If you want to change the world, who do you begin with: yourself or others?" - Solzhenitsyn

The Renaissance Mathematicus

Just another WordPress.com weblog

Song of the Lark

Music, melodies, mutterings

Chiller

This blog is about everything.

The Belle Jar

"Let me live, love and say it well in good sentences." - Sylvia Plath

Incidental Naturalist

Connecting people to nature

Chicago Literati

A Nonprofit Literary magazine

Extra Dry Martini

Straight up, with a twist.

Ticket to Adventures

Travel blog from around the world, near and far.

Wandering Gaia

Dispatches from the Anthropocene

BEN TROVATO – Durban Poison

Columns, letters and rants

%d bloggers like this: