SASTRA

TAWANGMANGU

ada lagi kisah dari

kelana yang sakit hati

setiap hari dicaci maki

setiap saat dibuat benci

 

kelana malang lalu pergi

ingin bertapa di lembah gunung

terdampar lalu di tawangmangu

bersama pedih yang belum berlalu

 

demikian cerita yang pernah ada

dari legenda masa lalu

cerita dari mulut orang desa

di lembah Tawangmangu

 

ada di sana air terjun abadi

rimba-rimba pinus yang jadi saksi

dan cerita dewa-dewi

yang indah

dan tak berperi

                            Panji Asmara Bangun (1994)

SAJAK-SAJAK, INDONESIA TERCINTA

 (i)

sungaimu mengalir jernih

gunungmu bertebaran megah

menyentuh angkasa biru

menyibak mega-mega

padamu darah telah tertumpah

pahlawan-pahlawanku

 

danau beriak kecil

air berkilau menyentuh

sukma dan rindu pada

dendang gita yang damai

hati dan jiwa

O, negeri tercinta

Indonesia.

(ii)

kanak-kanak mendaki

waktu yang dulu kecil

berlari-lari telanjang

akrab berjabat dengan embun pagi

kini telah besar bunda

mencari tempat bagi bhakti

untukmu pertiwi

(iii)

paman-paman tani

petani desa bermandi lumpur

tetes-tetes keringatmu

berjatuhan ke air mengalir

bersama lumpur menuju sungai

di tanah yang subur ini

wahai bumiku tercinta

Indonesiaku

                         Panji Asmara Bangun (Nopember, 1998)

 

 

 

Advertisements